Read More.. Indra Long

04 Oktober 2007

Pasar Burung Barito

Indahnya Matahari Sore

Peresmian Underpass Kebayoran Lama


Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso meresmikan pembangunan underpass Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (4/09). Proyek underpass ini memakan dana sebesar Rp 82 miliar dari APBD.

underpass yang diresmikan pukul 14.30 WIB di titik Simpang Jamblang, Jl Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama tersebut dibangun mengatasi kemacetan arus lalu lintas persimpangan kramat, Velbak, Fly Over Kebayoran Lama, Gandaria dan Persimpangan Simprug.

Proyek yang pelaksanaan pengerjaanya dikerjakan oleh PT. Pembangunan Perumahan (PP) tahun 2006-2007 dengan konsultan pengawas PT. Cipta Multi Kreasi.

Panjang kontsruksi mencapai 18000 m dengan lebar jalan 2 x 3.5 m dengan sistem drainase pumping sistem, melalui sistem ini air hujan dialirkan dan ditampung dalam kolam sumpit dan dipompa kepembuangan akhir dengan pompa submersible.

Proyek ini diharapkan bisa mencairkan lalu lintas dari Ciledug/Kebayoran Lama, Pondok Indah maupun Permata Hijau. "Masalah penangan macet harus konsisten dengan membuat peningkatan jalan seperti underpass dan fly over. selain itu pembangunan busway dan lainnya", jelas gubernur DKI Jakarta yang resmi diganti 7 Oktober esok.

Sutiyoso menambahkan, kemacetan yang terjadi di Jakarta merupakan akibat pertumbuhan jalan dan pertumbuhan kendaraan tidak seimbang. Bang Yos dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan masyarakat Jakarta selama menjabat kursi gubernur.

Garuda Photo Competition dan Garuda Junior Holiday Competition

Garuda Photo Competition & Garuda Junior Holiday Competition Sukses dilaksanakan.
Tahun 2007 ini Garuda Indonesia melalui Garuda Magazine menyelenggarakan dua event besar yang menarik perhatian dan partisipasi dari dua kalangan berbeda, yaitu Garuda Photo Competition 2007 untuk pelajar, fotografer dewasa serta profesional dan Garuda Junior Holiday Competition 2007 untuk anak-anak.

Bertempat di mal Senayan City Rabu kemarin (3/09) pemberian hadiah dilakukan langsung oleh jajaran manajemen Garuda Indonesia pimpinan Emirsyah Satar selaku President dan CEO Garuda Indonesia.
GPC diselenggarakan untuk memperingati hari jadi Garuda Indonesia yang ke-58 pada 26 Januari 2007 lalu. dengan tujuan mendekatkan diri dan memberikan apresiasi kepada pelanggan Garuda Indonesia, khususnya komunitas photografer. Selain sebagai kompetisi foto yang unik, acara ini juga mewakili perhatian Garuda Indonesia untuk mempromosikan daerah-daerah pariwisata Indonesia yang potensial.

Pemenang GPC 2007 untuk kategori umum : Golden Winner dimenangkan oleh Stephanus Hannie asal Semarang. Silver Winner dimenangkan oleh I Made Yudistira asal Bali. Bronze Winner dimenangkan oleh Iwan Kurniawan asal Jakarta. Sedangkan untuk pemenang GJHC 2007 untuk kategori 1 (usia 5-9 tahun) pemenang pertama Salimaa Khoirunnisa asal Bogor, pemenag kedua Elfidela Risti Nathaniela asal Jakarta dan pemenang ketiga Indra Pramudya asal Jakarta. Sedangkan untuk kategori II (usia 10-12 tahun) pemenang pertama Oryza Sativa asal Jakarta, pemenag kedua Olivia Savitri Subagyo asal Jakarta dan pemenang ketiga Catherine Melinda asal Jakarta.

Dalam pelaksanaan babak final, ke 13 finalis diberangkatkan ke Bukittinggi, Sumatra Barat. Sumatra Barat dipilih sebagai lokasi final GPC 2007 karena selain memiliki objek-objek wisata yang indah dan unik untuk di foto oleh para finalis. Propinsi tersebut telah ditetapkan sebagai salah satu dari lima destination unggulan wisata oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia. (reportase & foto : indra kusuma)

Polisi Abu-Abu (tilang atau damai)



emmmhh..usai meminum segelas kopi diwarung di bilangan Darmawangsa. Dibawah cahaya matahari yang mulai meredup saya dan ke dua teman beradu argumen mengenai kekuatan iman Polisi di bulan Ramadhan ini. Adu argument tersebut tertuju pada sebuah cerita seorang teman yang baru saja tertilang polisi di bilangan Mampang Jakarta Selatan. Sambil bertanya-tanya apa mungkin Polisi di akhir bulan puasa ini sebagian sedang cari duit tambahan buat lebaran. Emhh..tapi apakah polisi seperti itu, saya belum bisa mengatakan ya atau tidak.

Sambil menunggu waktu berbuka puasa dan liputan di Senayan City kami bertiga mencoba membuat sebuah penelusuran kecil-kecilan mengenai kedisiplinan polisi (Tilang atau Uang damai). Setelah tema penelusuran ketemu, kami mengambil lokasi paling banyak masyarakat pengguna kendaraan melanggar rambu lalu lintas di depan Plaza Senayan, tepatnya putaran kearah STC kalau dari arah mal Senayan City. Lokasi ini dipilih bukan tanpa alasan, yang pertama lokasi sangat dekat sekali dengan liputan kami bertiga (Liputan pengumuman pemenang Garuda Photo Competition&Garuda Junior Holiday Competition 3/09) di mal Senayan City. Alsan kedua adalah lokasi tersebut merupakan titik paling banyak pengguna kendaraan bermotor melanggar rambu lalu lintas di bilangan senayan selain titik Patung Bundaran Senayan.

Liputan disenayan city pun selesai tepatnya pukul 20.30 WIB. Saatnya mecoba kebenaran yang menjadi tanda tanya mengenai polisi. Kami sengaja mengeluarkan 2 motor kami dari parkiran (padahal kami masing-masing bawa motor). Motor pertama dibawa oleh temanku dalam keadaan motor lengkap dan surat-surat (STNK, SIM) dengan helm dikepala tentunya. Sedangkan motor yang kedua saya yang bawa dengan lengkap (STNK,Helm) akan tetapi tanpa SIM dan temanku (boncengan) tidak menggunakan helm.

Grengg...grenggg....(motor keluar dari Senayan City) pas putaran balik pertama (putaran balik untuk kearah Senayan) sambil menirukan sirene polisi sekencangnya kami pun memutar balik di lokasi tersebut....euiiiiiiii..... baru 10 meter dari putaran kami pun langsung dihadang oleh 2 petugas polisi (padahal kami belum tahu pasti kalau ada polisi disitu) gak taunya seperti di sebuah iklan rokok bergambar huruf A...hehehehe.

Dengan sopan polisi X (polisi pertama yang memberhentikan motor yang saya bawa /motor kedua). "Malam pak, bisa lihat surat-suratnya...STNK dan Sim", tanya polisi X tersebut. Saya pun menjawab "ini STNK nya, sedangkan... SIM saya tidak punya pak...(padahal saya punya di selipan dompet). Mana KTP kamu, "bapak telah melanggar rambu lalu lintas, tidak punya SIM dan tidak menggunakan helm yang diboncengin", jelas pilisi X kepada saya. Layaknya orang yang tidak pernah ditilang, saya pun bertanya "ahhh..bapak, maaf pak sedang buru-buru pak, maaf pak". X menjawab tidak bisa pak "peraturan harus ditegakkan, mau Angkatan sekalipun tetap ada aturannya. "Bagaimana nih pak Tilang saja yahh.." ragu polisi x..Saya pun bertanya Gak bisa dikelarkan hari ini pak. Wah..ini sudah ada peraturannya Pak...saya hanya bisa bantu Denda titip sidang ujar si X. dengan terkejut (baru sekali ngeliat) saya disodorkan daftar list denda, seperti daftar menu makanan + harganya di sebuah restoran.

Kami berdua pun tertawa "masa sih pak". Iya kamu kena tiga pasal (SIM,langgar rambu,helm) kalau gak ada SIM kamu kena 75 ribu, belum langgar rambu dan helm bisa mencapai lebih dari 150 ribu. Polisi X menjelaskan secara detil kesalahan saya. sambil berdialog, tiba-tiba ada sebuah mobil sedan berputar diputaran tersebut, langsung saja polisi X memberhentikan. Namun aneh, kok cepat sekali sedan tersebut langsung jalan kembali. "Mungkin aja di dalam STNK mobil sedan tadi ada selipan uangnya, celoteh temanku. X pun menghampiri aku, bagaimana Pak (seakan menunggu kepastian) tilang saja yah..atau.(.....). langsung saja dengan menunjukan uang kepada temanku yang tidak pakai helm, polisi tersebut langsung menyodorkan STNK dan KTP ku layaknya berjabat tangan. Perpindahan Uang pun terjadi...sayang kami teman saya tidak merekam dari kamera Handphone proses tersebut. urusan dengan polisi X pun kelar dengan nominal 30 ribu masuk saku celana coklat tersebut. X pun langsung meninggalkan ku. Kini tinggal motor pertama nasibnya.

Usai dengan polisi X Saya dan temanku menghampiri Motor pertama yang sedang menunggu keputusan Tilang atau Damai. Temanku (pengendara motor) mencoba merayu polisi Y mulai minta maaf hingga ngajak ngobrol polisi tersebut untuk bisa damai ditempat. Namun tetap saja seperti saya tadi polisi tersebut menwarkan tilang saja yahh. Cuma 50ribu ko..dendanya, nanti pagi kamu ambil di komdak

Sampai kami bertiga turun tangan mencoba merayu polisi Y untuk damai di tempat. tapi tetap saja polisi Y dengan kukuh mempertahankan prinsipnya. Akhirnya pengendara motor pertama resmi ditilang, tapi dianjurkan tidak ikut sidang, melainkan disuruh mengambil SIM yang ditahan di Komdak di bagian staf tilang patwal. Ternyata benar kena denda 50 ribu.


Polisi Y pun meninggalkan kami bertiga di lokasi...sambil tertawa senang akhirnya pembicaraan kami lanjutkan kesebuah tempat makan sate di bilangan Sungai Sambas.
Argumen yang dikeluarkan masing-masing adalah pertama, mungkin kedua polisi tersebut memang sengaja nongkrong lokasi tersebut, kali-kali dapat tambahan jajan. kedua, Polisi tersebut memang sengaja nyari duit tambahan. Ketiga, mungkin untuk menertibkan pengguna lalu-lintas.

Perbedaan yang sangat jauh sekali mengenai denda tilang Motor kedua punya 3 pelanggaran dengan denda diatas 150 ribu sedangkan Motor pertama hanya punya 1 pelanggaran dengan denda 50 ribu. Tapi semua itu beda nominalnya bila perkara selesai di lokasi, namun nilai nominal uang tersebut masuk ke celana coklat. Berbeda yang selesai di kantor polisi, yang uangnya masuk kedalam uang negara (gak tahu uang nya bener-bener masuk kas negara atau engak) mudah mudahan tidak seperti yang diinginkan banyak orang.

Satu hal yang paling penting adalah Anda harus benar-benar mematuhi peraturan dan rambu lalu lintas di jalan, karena itu semua demi keselamatan anda dan pengguna jalan yang lainnya. Bila Anda melakukan pelanggaran di jalan, mintalah surat tilang jangan lewat jalan damai di tempat.

Itu semua demi kemajuan dan perkembangan peradaban budaya masyarakat kita yang sedang tertatih-tatih menuju sebuah citra masyarakat modern, walau tidak semua masyarakat berkeinginan menjadi masyarakat modern.

Semoga Indonesia dapat terus memperbaiki citranya di bidang korupsi walau menurut penelitian versi Transparency Internasional Indonesia menempati urutan ke-38 negara paling korup di dunia, jauh lebih baik dari Malaysia.

Tentun saja semuanya itu harus dimulai dari kesadaran masyarakat, terlebih bagi para aparatur negara. "Kalau aparatnya saja 'gak beres gimana mau maju", ujar Toni pedagang sate.

Sungguh lengkap rasanya, menelusuri Tilang atau Damai. Kedua versi jawaban mengenai kredibilitas polisipun terlihat jelas di wajah kami bertiga pada saat itu. Ini hanya contoh kecil di wilayah Ibu Kota Jakarta. Mungkin Anda pernah mendengar atau mengalami peristiwa semacam ini di kota Anda tinggal.

02 Oktober 2007

Jakarta Menjelang Lebaran

Jl. Ciledug Raya didepan ITC Cipulir dan Stasiun Jakarta Kota

















Dompet Siapakah Ini?

emm.. hari ini aku bertandang kembali kekampus tercintaku di Universitas Mercu Buana. Walau sudah tak menyandang gelar mahasiswa bukan berarti melupakan asal dimana aku bergelut di bangku kuliah.

Yap...sesuai judul Dompet Siapakah ini?

Menemukan sebuah dompet nampaknya sangat beruntung sekali. pasti Anda mencoba menebak apakah isi dompet tersebut dan bagaimana nasib pemilik benda yang selalu berada dikantong itu?


Usai tertawa dan bercanda di koridor Gd D Lt 4 Aku dan teman-teman coba mencari penghilang dehidrasi. Maklum bila teman-teman sudah berkumpul mereka selalu berbagi cerita terbaru ini itu. Hingga lelucon konyol dan candaan yang gak penting keluar meramaikan suasana, hingga lupa minum. Sebelum beranjak jauh menuruni lantai 4, tergeletak sebuah dompet tanpa tuannya. Lantas saja sang dompet langsung diamankan oleh teman-temanku.

Dengan rasa penasaran dan ingin tahu siapakah pemilik dompet tersebut. Dompet itupun dibuka. Otomatis yang dilihat pasti nilai nominal uang yang ada di dompet tersebut. Ternyata nilainya tidak banyak, maklum mahasiswa. Mencari sang pemilik dompet tersebut nampaknya sangat sulit karena jumlah mahasiswanya ribuan, kalau salah orang bisa raib tuh dompet, celetuk seorang teman.

Akhirnya dompet tersebut diletakkan disebuah meja dihadapan Aku dan teman-teman bersandar di sebuah lorong tak jauh dari Gd D dan Gd E. Berharap pemiliknya melintasi meja tersebut.

1 hingga 2 jam berlalu, sang pemiliknya pun tak kunjung melintas. Dompet tersebut sungguh banyak menyita perhatian mahasiswa, pasalnya banyak mahasiswa yang ingin tahu, dompet siapakah itu. Satu persatu mahasiswa yang lewat mencoba melihat isi dompet tersebut. Banyak yang bertanya dompet siapa nih. punya siapa? apaan isinya? pokoknya banyak pertanyaan bersarang di sekitar aku bersandar.














Hingga akhirnya aku dan teman-teman merelakan saja bila ada yang mau membawa dompet itu pergi. Kalau dipikir-pikir jadi inget sama filmnya Bung Ben (Benyamin) tentang Sepatu PDL yang bikin pusing. Ternyata setelah menunggu lama, tiba-tiba seorang mahasiswa mengenakan switer hijau menghampiri dari kejauhan dan bertanya "maaf bang, ini dompet saya" serentak aku dan teman-teman bersorak, AKHIRNYA ketemu juga pemiliknya. Ternyata Pemiliknya mahasiswa Elektro angkt 2002 yang sudah berputar-putar mengelilingi kampus. Dengan raut muka yang berbinar-binar ia mengucapkan terima kasih. Pasalnya dompet tersebut berisikan STNK motor, KTP, SIM, ATM dan KTM sangat malang sekali bila surat-surat tersebut hilang.

emmh...peristiwa tersebut mengingatkan aku akan peristiwa serupa semasa kuliah dulu. Waktu itu aku sedang makan disebuah tempat makan disamping kampus, usai makan tibalah membayar. Gak taunya dompet hilang...dengan panik yang tak tertolong aku coba flash back sebelum sampai ke tempat makan. langsung saja kau teringat di Wartel umum di depan kampus. setibanya disana aku dihampiri seorang wanita berjilbab manis dan cantik. "Maaf mas, cari dompet ini yah" tanyanya. Allhamdulilah akhiran ketemu. Uhhhh...untung saja yang menemukan orang baik dan jujur kalau enggak, bisa-bisa gak jajan selama sebulan waktu itu. sayangnya Aku gak berkenalan dan tukaran no hp, padahal cantik loh.

Intinya konsentrasi, jangan sampai barang perlengkapan kita terlupa atau hilang.
hehehehehehe..

Ramadhan yahh Ramadhan....

Ramadhan tahun ini sesaat lagi akan usai, tapi gak tahu rasanya Ramadhan tahun ini sangat berat bagi Aku untuk ngelaksanain.. mungkin tuhan tahu apa yang hambanya inginkan.

Kesendiri adalah hal yang paling berat untuk ngejalanain puasa, karena Aku harus ngejalananin dan melaksanakan ibadah sendirian mulai dari gerasak-gerusuk untuk menyiapkan makanan saur hingga Adzan Maghrib berkumandang, semuanya penuh dengan kesendirian.

Sekadar ingin mengisi kesendirian dibulan puasa ini. Aku mulai menyibukkan kembali waktu luangkan diwarnet (rumah ke4ku,-Red). Sambil bercuap-cuap dengan teman-teman didunia nan jauh melalui sebuah Game Online (Ran Online). Aku menyempatkan kembali membuka blog ku yang hampir saja terlupakan.

Kali ini Aku akan berbagi cerita berbuka puasa.
Adzan Maghrib berkumandang di tiap sudut deretan rumahku. (Ups, rumahku dikelilingi oleh sederet kontrakan). Kemenangan telah tiba dihari ini, usai meminum segelas es buah pemberian tetanggaku, aku keluar untuk mencari angin segar.
Qwill, seorang temanku mengirim pesan singkat yang berisi "dimana Pak, nongkrong gak nih malam...dah lama nih gak nongkrong hehehe". Sms-an sudah berlangsung lama, hingga akhirnya Aku ketemuan dengan nya. Dari pertemuan tersebut aku dan Qwill tercetus ide membuat buka puasa bersama dengan teman-teman lama. akhirnya dengan korrdinasi yang bagus berhasillah buka puasa yang dihadiri oleh teman-teman lama. Hari itu pas banget tanggal 1 Oktober 2007 kemarin. suatu moment yang sangat suli untuk dibuat di luar bulan penuh berkah ini.

Teman-teman lama yang sudah lama tak bersua, pada hari itu kembali bertemu berbagi cerita diiringi candaan dan joke-joke ringan hingga aku berpikir kini sendiri itu telah sirnah, walau hanya sesat tapi akan sulit untuk aku lupakan. Thank's My Friend
Lastyono Adi Putro, Dede Suhadi, Baron Sujatmiko, Iswanto, Harka Saleh Saputra, Hendro (tuan rumah), Agus Hermanto, Deny Hartanto, Ronal Petrus Gerson, Dicky C.F, Junaidi, Maryanto Wibowo dan Dwi Cahyono (Qwill).

Usai buka puasa akhirnya tertuju pada satu permainan "Futsal" yap.. salah satu olahraga yang sedang populer dan berkembang di Indonesia. Oper kekiri dan oper ke depan mengutakatik di daerah perlawanan akhirnya aku membuahkan gol untuk tim Oye.

Kumpul, tertawa dan berbagi cerita dengan teman lama sungguh menambah rasa rindu yang mendalam. Seakan ingin mengulangnya kembali.











































































































I Miss U

20 Agustus 2007

PAPUA










PAPUA
Keadaan Sosial Budaya
Sudah sejak lama ujung barat laut Irian dan seluruh pantai utara penduduknya dipengaruhi oleh penduduk dari kepulauan Maluku (Ambon, Ternate, Tidore, Seram dan Key), maka adalah tidak mengherankan apabila suku-suku bangsa disepanjang pesisir pantai (Fak-Fak, Sorong, Manokwari dan Teluk Cenderawasih) lebih pantas digolongkan sebagai Ras Melanesia dari pada Ras Papua. Zending atau misi kristen protestan dari Jerman (Ottow & Geissler) tiba di pulau Mansinam


Manokwari 5 Februari 1855 untuk selanjutnya menyebarkan ajaran agama disepanjang pesisir pantai utara Irian. Pada tanggal 5 Februari 1935, tercatat lebih dari 50.000 orang menganut agama kristen protestan. Kemudian pada tahun 1898 pemerintah Hindia Belanda membuka Pos Pemerintahan pertama di Fak-Fak dan Manokwari dan dilanjutkan dengan membuka pos pemerintah di Merauke pada tahun 1902. Dari Merauke aktivitas keagamaan misi katholik dimulai dan pada umumnya disepanjang pantai selatan Irian. Pada tahun 1933 tercatat sebanyak 7.100 orang pemeluk agama katholik. Pendidikan dasar sebagian besar diselenggarakan oleh kedua misi keagamaan tersebut, dimana guru sekolah dan guru agama umumnya berasal dari Indonesia Timur (Ambon, Ternate, Tidore, Seram, Key, Manado, Sanger-Talaud, dan Timor), dimana pelajaran diberikan dalam bahasa Melayu. Pembagian kedua kelompok agama tersebut kelihatannya identik dengan keadaan di Negeri Belanda dimana Kristen Protestan di Utara dan Kristen Katholik di Selatan.


Pendidikan mendapat jatah yang cukup besar dalam anggaran pemerintah Belanda, pada tahun-tahun terakhir masa penjajahan, anggaran pendidikan ini mencapai 11% dari seluruh pengeluaran tahun 1961. Akan tetapi pendidikan tidak disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja disektor perekonomian modern, dan yang lebih diutamakan adalah nilai-nilai Belanda dan agama Kristen. Pada akhir tahun 1961 rencana pendidikan diarahkan kepada usaha peningkatan keterampilan, tetapi lebih diutamakan pendidikan untuk kemajuan rohani dan kemasyarakatan. Walaupun bahasa "Melayu" dijadikan sebagai bahasa "Franca" (Lingua Franca), bahasa Belanda tetap diajarkan sebagai bahasa wajib mulai dari sekolah dasar, bahasa-bahasa Inggris, Jerman dan Perancis merupakan bahasa kedua yang mulai diajarkan di sekolah lanjutan.


Pada tahun 1950-an pendidikan dasar terus dilakukan oleh kedua misi keagamaan tersebut. Tercatat bahwa pada tahun 1961 terdapat 496 sekolah misi tanpa subsidi dengan kurang lebih 20.000 murid. Sekolah Dasar yang bersubsidi sebanyak 776 dengan jumlah murid pada tahun 1961 sebanyak kurang lebih 45.000 murid, dan seluruhnya ditangani oleh misi, dan pelajaran agama merupakan mata pelajaran wajib dalam hal ini. Pada tahun 1961 tercatat 1.000 murid belajar di sekolah menengah pertama, 95 orang Irian Belajar diluar negeri yaitu Belanda, Port Moresby, dan Australia dimana ada yang masuk Perguruan Tinggi serta ada yang masuk Sekolah Pertanian maupun Sekolah Perawat Kesehatan (misalnya pada Nederland Nasional Institut for Tropica Agriculture dan Papua Medical College di Port Moresby).
Walaupun Belanda harus mengeluarkan anggaran yang besar untuk menbangun Irian Barat, namun hubungan antara kota dan desa atau kampung tetap terbatas. Hubungan laut dan luar negeri dilakukan oleh perusahaan Koninklijk Paketvaart Maatschappij (KPM) yang menghubungkan kota-kota Hollandia, Biak, Manokwari, Sorong, Fak-Fak, dan Merauke, Singapura, Negeri Belanda.


Selain itu ada kapal-kapal kecil milik pemerintah untuk keperluan tugas pemerintahan. Belanda juga membuka 17 kantor POS dan telekomunikasi yang melayani antar kota. Terdapat sebuah telepon radio yang dapat menghubungi Hollandia-Amsterdam melalui Biak, juga ditiap kota terdapat telepon. Terdapat perusahaan penerbangan Nederland Nieuw Guinea Luchvaart Maatschappij (NNGLM) yang menyelenggarakan penerbangan-penerbangan secara teratur antara Hollandia, Biak, Manokwari, Sorong, Merauke, dan Jayawijaya dengan pesawat DC-3, kemudian disusul oleh perusahaan penerbangan Kroonduif dan Koniklijk Luchvaart Maatschappij (KLM) untuk penerbangan luar negeri dari Biak. Sudah sejak tahun 1950 lapangan terbang Biak menjadi lapangan Internasional. Selain penerbangan tersebut, masih terdapat juga penerbangan yang diselenggarakan oleh misi protestan yang bernama Mission Aviation Fellowship (MAF) dan penerbangan yang diselenggarakan oleh misi Katholik yang bernama Associated Mission Aviation (AMA) yang melayani penerbangan ke pos-pos penginjilan di daerah pedalaman. Jalan-jalan terdapat disekitar kota besar yaitu di Hollandia 140 Km, Biak 135 Km, Manokwari 105 Km, Sorong 120 Km, Fak-Fak 5 Km, dan Merauke 70 Km.


Mengenai kebudayaan penduduk atau kultur masyarakat di Irian Barat dapat dikatakan beraneka ragam, beberapa suku mempunyai kebudayaan yang cukup tinggi dan mengagumkan yaitu suku-suku di Pantai Selatan Irian yang kini lebih dikenal dengan suku "ASMAT" kelompok suku ini terkenal karena memiliki kehebatan dari segi ukir dan tari. Budaya penduduk Irian yang beraneka ragam itu dapat ditandai oleh jumlah bahasa lokal khususnya di Irian Barat. Berdasarkan hasil penelitian dari suami-isteri Barr dari Summer Institute of Linguistics (SIL) pada tahun 1978 ada 224 bahasa lokal di Irian Barat, dimana jumlah itu akan terus meningkat mengingat penelitian ini masih terus dilakukan. Bahasa di Irian Barat digolongkan kedalam kelompok bahasa Melanesia dan diklasifikasikan dalam 31 kelompok bahasa yaitu:Tobati, Kuime, Sewan, Kauwerawet, Pauwi, Ambai, Turu, Wondama, Roon, Hatam, Arfak, Karon, Kapaur, Waoisiran, Mimika, Kapauku, Moni, Ingkipulu, Pesechem, Teliformin, Awin, Mandobo, Auyu, Sohur, Boazi, Klader, Komoron, Jap, Marind-Anim, Jenan, dan Serki. Jumlah pemakai bahasa tersebut diatas sangat bervariasi mulai dari puluhan orang sampai puluhan ribu orang.
Secara tradisional, tipe pemukiman masyarakat Irian Barat dapat dibagi kedalam 4 kelompok dimana setiap tipe mempunyai corak kehidupan sosial ekonomi dan budaya tersendiri.


Penduduk pesisir pantai; Penduduk ini mata pencaharian utama sebagai Nelayan disamping berkebun dan meramu sagu yang disesuaikan dengan lingkungan pemukiman itu. Komunikasi dengan kota dan masyarakat luar sudah tidak asing bagi mereka.



Penduduk pedalaman yang mendiami dataran rendah;Mereka termasuk peramu sagu, berkebun, menangkap ikan disungai, berburu dihuta disekeliling lingkungannya. Mereka senang mengembara dalam kelompok kecil. Mereka ada yang mendiami tanah kering dan ada yang mendiami rawa dan payau serta sepanjang aliran sungai. Adat Istiadat mereka ketat dan selalu mencurigai pendatang baru.


Penduduk pegunungan yang mendiami lembah;Mereka bercocok tanam, dan memelihara babi sebagai ternak utama, kadang kala mereka berburu dan memetik hasil dari hutan. Pola pemukimannya tetap secara berkelompok, dengan penampilan yang ramah bila dibandingkan dengan penduduk tipe kedua (2). Adat istiadat dijalankan secara ketat dengan "Pesta Babi" sebagai simbolnya. Ketat dalam memegang dan menepati janji. Pembalasan dendam merupakan suatu tindakan heroisme dalam mencari keseimbangan sosial melalui "Perang Suku" yang dapat diibaratkan sebagai pertandingan atau kompetisi. Sifat curiga tehadap orang asing ada tetapi tidak seketat penduduk tipe 2 (kedua).



Penduduk pegunungan yang mendiami lereng-lereng gunung;Melihat kepada tempat pemukimannya yang tetap di lereng-lereng gunung, memberi kesan bahwa mereka ini menempati tempat yang strategis terhadap jangkauan musuh dimana sedini mungkin selalu mendeteksi setiap makhluk hidup yang mendekati pemukimannya. Adat istiadat mereka sangat ketat, sebagian masih "KANIBAL" hingga kini, dan bunuh diri merupakan tindakan terpuji bila melanggar adat karena akan menghindarkan bencana dari seluruh kelompok masyarakatnya. Perang suku merupakan aktivitas untuk pencari keseimbangan sosial, dan curiga pada orang asing cukup tinggi juga.


Dalam berbagai kebudayaan dari penduduk Irian ada suatu gerakan kebatinan yang dengan suatu istilah populer sering disebut cargo cults. Ada suatu peristiwa gerakan cargo yang paling tua di Irian Jaya pada tahun 1861 dan terjadi di Biak yang bernama "KORERI". Peristiwa atau gerakan cargo terakhir itu pada tahun 1959 sampai tahun 1962 di Gakokebo-Enarotali (kabupaten Paniai) yang disebut " WERE/WEGE" sebagaimana telah dikemukakan bahwa gerakan ini yang semula bermotif politik.


Pada waktu Belanda meniggalkan Irian Barat, posisi-posisi baik dibidang pemerintahan, pembangunan (dinas-jawatan) baik sebagai pimpinan maupun pimpinan menengah diserahterimakan kepada putra daerah (orang Papua/Irian Barat) sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki. Juga seluruh rumah dan harta termasuk gedung dan tanah milik orang Belanda itu diserahkan kepada kenalan mereka orang Papua (pembantu dan teman sekerja) untuk dimiliki, karena mereka tidak bisa menjualnya dan juga tidak ada pembeli pada masa itu.


Belanda juga meninggalkan ekses konflik antara suku-suku besar sebagai akibat dari aktivitas politik yaitu pertentangan antara "Elite Pro-Papua" dan "Elite Pro-Indonesia" yang ditandai dengan pertentangan antara "Suku Biak lawan Suku Serui, Suku tanah Merah-Jayapura lawan Suku Serui", sekalipun dalam hal ini tidak semua orang Biak itu pro-Papua, tidak semua orang Serui itu pro-Indonesia dan tidak semua orang Tanah Merah-Jayapura itu pro-Papua dan pro-Indonesia.


Berdasarkan pengalaman Belanda di Indonesia atau Hindia-Belanda dalam kemerdekaan tahun 1945, maka Belanda didalam menjajah Irian Barat sangat hati-hati sekali dalam meningkatkan kehidupan Masyarakat di berbagai bidang, dan Belanda sengaja memperlambat perkembangan di Irian Barat/Nieuw Guinea sesuai dengan permintahaan dan kebutuhan orang-orang Irian Barat. Katakanlah bahwa ini suatu bentuk "Etis-Politik Gaya Baru".


Termasuk didalamnya usaha untuk membentuk "Nasionalisme Papua". Cara Belanda yang demikian itu menyebabkan orang-orang Irian Jaya tidak merasa bahwa mereka sedang dijajah sebab mereka hidup dalam suatu keadaan perekonomian yang baik dan tidak merasakan adanya penderitaan dan tekanan dari Belanda.


Papua, JIKA melihat isi kekayaan hutan mangrove di Papua, tidaklah berlebihan untuk mengatakan bahwa tempat ini dapat menjadi salah satu daerah tujuan wisata. Ke Pulau Ajkwa (baca: Aikwa) misalnya.
Pulau yang berada di muara Sungai Ajkwa, Mimika, Papua, ini merupakan salah satu dari gugusan pulau dengan hutan mangrove di dalamnya. Hutan ini belum terjamah oleh keserakahan industri seperti yang dialami oleh hutan mangrove di daerah lain.


Pulau yang mulai terbentuk pada awal 1990 ini memiliki kekayaan flora dan fauna yang bisa menambah wawasan setiap pengunjung melalui wisata sambil belajar.


Wisata sambil belajar ini dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu senggangnya. Tentunya bukan wisata dengan bermalas-malasan sambil berjemur di teriknya matahari, tetapi berwisata di hutan mangrove lebih bertujuan untuk mengenal dan menikmati alam yang kita miliki.


Masa-masa awal terbentuknya Pulau Ajkwa dimulai dari peningkatan sedimentasi yang tinggi di muara Sungai Ajkwa. Pengendapan yang intensif ini akibat dari aliran tailing yang lolos dari daerah pengendapan Ajkwa dan membentuk daratan-daratan baru di muara Sungai Ajkwa.
Sebagian dari daratan ini telah ditumbuhi oleh tanaman mangrove.


Berdasarkan data satelit, pulau ini mulai ditumbuhi tanaman mengrove sekitar 1997 dan baru menjadi pulau yang cukup stabil pada 2000.
Berdasarkan survei vegetasi pada 2000, tercatat dua spesies mangrove dalam kategori pohon, enam spesies mangrove dalam kategori belta, dan enam spesies mangrove dalam kategori anakan. Total spesies mangrove yang berada di pulau ini adalah tujuh spesies. Sedangkan kepadatan mangrove di pulau ini adalah 126 pohon/hektare, 1.051 belta/hektare, dan 643 anakan/hektare.


Di samping tumbuhan, ternyata di pulau ini juga dihuni berbagai hewan air seperti krustasea (kepiting dan udang), moluska (keong), dan cacing.
Berdasarkan survei 2001, tercatat 30 spesies krustasea, empat spesies moluska, dan tujuh keluarga cacing, yang beranak-pinak di pulau ini. Hal ini menunjukkan bahwa hewan-hewan tersebut dapat hidup dan berkembang di daerah yang mengandung tailing.


"Hewan-hewan tersebut tidak memiliki tulang rangka tubuh sehingga tidak dapat menyelamatkan diri jika ada ancaman lingkungan di sekitarnya. Artinya, lingkungan pulau di sekitar Sungai Ajkwa tidak tercemari limbah seperti yang dialami oleh daerah lain. Bahkan, komunitas hewan ini terus bertambah setiap waktunya," jelas mantan ahli peneliti utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di bidang moluska laut, Woro Widiarsih Kastoro.
Dia menjelaskan, hutan mangrove di Pulau Ajkwa telah membentuk sebuah ekosistem kehidupan. Biota-biota laut yang hidup di sana memancing kedatangan berbagai jenis burung.
Karena itu, jika Anda ke sana, jangan lupa membawa teropong. Dari lensa teropong, dapat diamati indahnya bentuk dan warna burung yang sedang bertengger di dahan pohon. Kicauan burung pun nyaring bersahut-sahutan seperti ingin meramaikan pulau yang tidak didiami oleh manusia ini.
Ada yang bentuknya aneh seperti great-billed heron yang bertubuh kecil namun berparuh dan berleher panjang. Ada pula red-headed myzomela yang warna bulu kepala hingga buntutnya berwarna merah dengan sayap berwarna hitam.
Ada juga yang seluruh anggota tubuhnya berwarna-warni milik burung rufous-night heron. Burung ini memiliki bulu kepala berwarna hitam dengan jambul berwarna putih. Pada bagian leher hingga perut berwarna putih namun sepasang sayapnya berwarna cokelat. Kedua kakinya berwarna kuning semakin menambah warna-warni burung ini.


Menariknya lagi, Pulau Ajkwa mungkin akan seperti pulau mati jika tidak ada burung nuri dan mangrove golden whistler. Kicauannya yang nyaring memecah kesunyian pulau ini. Mereka seperti saling bersahut-sahutan di pucuk pohon.
Jika tidak dapat melihat burung-burung karena tersembunyi di balik dedaunan, jangan kecewa karena kita masih bisa melihat burung raja udang yang berkeliaran di pinggir pantai. Burung ini berjalan-jalan di sekitar pepohonan untuk mencari udang yang bersembunyi di dalam pasir.


"Jika berencana mengunjungi hutan mangrove, lebih baik mengunjungi hutan di pulau yang baru terbentuk. Pepohonannya masih dalam tahap pancang dengan tinggi tidak lebih dari sepuluh meter. Selain itu, jarak antarpohon masih berjauhan sehingga memudahkan kita mengamati burung, baik spesies pohon maupun burung pantai. Benar-benar akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan," kata Woro.(Msc/*/S-5)(sumber: media indonesia)
Foto-foto : Istimewa/berbagai sumber

06 Agustus 2007

Warnet dan Game online

Pesanggrahan
Warnet dan Game online


Teknologi Warung Internet harus di akui merupakan teknologi andalan dalam memberikan alternatif akses Internet yang murah bagi banyak orang. Perkembangan bisnis warnet di tahun 2007 diperkirakan akan terus meningkat. Meskipun bisnis warnet bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan modal tidak sedikit, namun tampaknya makin banyak saja pemainnya di pasaran.

Banyak yang melihat Warnet adalah bisnis yang mudah dan cepat BEP, namun kenyataannya tidaklah seperti itu. Lokasi memang sangat menentukan , namun untuk mendapat lokasi yang bagus tentu harga sewanya juga mahal , disini dibutuhkan analisis yang baik untuk mendapatkan <> yang lebih besar daripada <>.

Jumlah pengguna Internet melalui warung internet (warnet) rata-rata sebanyak 840 ribu orang. Setiap orang mengakses internet rata-rata satu jam per hari, sehingga dengan tarif rata-rata sebesar Rp 4.000 per jam, total perputaran uang di warnet mencapai Rp 100,8 miliar per bulan. Dengan struktur biaya sekarang, margin keuntungan warnet rata-rata hanya 5% atau sekitar Rp 5 miliar per bulan. Hal itu diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari) Irwin Day dalam diskusi dua hari mengenai tata kelola Internet yang baik di Jakarta, Kamis (12/7).

Jalan Ciledug Raya contohnya disepanjang jalan ini banyak bermunculan warnet seperti The Pacth, Pluto Net, Tara, Cepe-Net, Mahabrata, Pusat Net, dll. Munculnya warnet ini bukan tanpa sebab. Faktor munculnya warnet ditimbulkan oleh faktor lokasi, disepanjang jalan ini terdapat kampus, sekolah, perkantoran, kompleks perumahan dan jalur hilir mudiknya pekerja di pagi dan sore hari.

Trend lainnya adalah Online Game Station. Makin Populernya Online Game di kalangan anak muda, tentu menjadi peluang bisnis yang menggiurkan. Game online berbasis komunitas makin merebak. Para pemain menemukan keasyikan tersendiri untuk bersosialisasi dan bertetangga di dunia maya. Bahayanya, mereka sering lupa belajar, lupa mandi, bahkan lupa tidur.

Seperti diutarakan Ucok penjaga Cepe-Net Lambatnya akses internet rumahan dan tarif yang tak bersahabat menjadikan warnet tumpuan utama pertumbuhan game online. "Kalau cuma mengandalkan browsing dan chat udah gak zaman, sekarang harus ada game yang lagi disukai sekaligus menjadi hiburan yan menyenangkan” ujarnya.

Tak berbeda jauh, Noor Fred penggila game online mengatakan dengan game online kita bisa bermain dengan jutaan orang dimanapun, berkenalan bahkan tak jarang banyak pasangan bertemu di game online. Selain bermain game online juga dapat menghasilkan uang, ujar pemain Bliz di Ran online ini.


Untuk semua kategori game di warnet disepanjang jalan Ciledug Raya Seal Online menduduki peringkat pertama disusul Ran Online, Ayodance, CS, DotA, dan Ragnarok. Tarifnya pun beragam mulai Rp3.000-Rp.4.000 perjam hingga hitungan paket yang lebih murah. Seperti di Cepe-Net hitungan paket 4 (19.00 s/d 07.00) hanya Rp.14.000. bukan hanya tarif murah yang dicari pengunjung, melainkan kecepatan, pelayanan dan kenyamanan yang dinilai memiliki paktor penting.

26 Juli 2007

Berbagi Cerita di Pasar Kebayoran Lama


Berbagi Cerita di Pasar Kebayoran Lama

-Ular 3,9 Meter-

Hari ini, Kamis 26 Juli 2007. Matahari bersinar sedikit menyengat kulit. Seperti biasa aku bergegas melakukan aktifitas keseharianku, ketika membuat kopi aku berpikir, sepertinya hari ini gak ada agenda liputan. Lantas aku melihat buku agenda kerjaku…hah..pas banget hari ini aku libur.

Menikmati kopi dan sebatang rokok dengan menyaksikan tayangan tv berbau binatang..aku tersentak bagaimana kalau aku hunting mencari hewan / binatang langka yang diperjual belikan secara ilegal. Dengan bergegas tanpa arah tujuan pergiku. Aku berpikir bagaimana jika aku pergi ke pasar tradisional, pasti disana banyak penjual binatang dan hewan (bukan pasar hewan biasanya).

Menaiki metro mini 69 dari arah rumahku menuju pasar Kebayoran Lama aku dihibur oleh beberapa musisi jalanan dengan alunan biola dan harmonika membawakan sebuah lagu yang cukup menyentuh. Seiring dengan lagu Ada Band akupun sampai di Pasar Kebayoran Lama.

Menyisiri pasar dibawah teriknya matahari yang kurang bersahabat, tampaknya bukan pilihan yang tepat. Banyak kegiatan yang terjadi di pasar, hamparan barang dagangan mulai dari sendok garpu hingga celana jeans bahkan sampai celana dalam wanita tersaji dengan indahnya suasana pasar pada saat itu. Sedikit menghibur diri sendiri, bagaimana jika itu dipakai oleh artis ibu kota (he..he..he)

Sesuai tujuan hunting ku siang ini, aku melihat sederet penjual ayam kampung sambil bertanya-tanya ternyata ayam kampong yang dijual berasal dari Parung kisaran harga mencapai 50 ribu. Ada lagi penjual burung mulai dari burung dara, perkutut, kutilang, dan lain-lain.

Perutku mulai merintah, akupun mencari makanan yang jarang aku makan. Didepan ku terlihat ramai orang mengantri seraya ingin tahu aku menghampiri. Ternyata penjual makanan Nasi Gule Sapi. Yah sudah aku membelinya..enak juga, lumayan lah.

Tiba-tiba aku melihat sesorang membawa karung dengan dipikul menghampiri penjual obat disampingku.

Astaga yang aku lihat sekarang ini adalah tujuan huntingku. Serontak aku mengeluarkan kamera.

Ular ini adalah ular piton dengan panjang 3, 9 meter waw cukup panjang yah. Aku bertanya dari mana asalnya, sang punya sambil heran melihat kameraku berkata dari Jawa. Berapa akan dijual, saya sih jual 700 ribu.

Sayang, hewan berkuran panjang yang seharusnya hidup bebas dialamnya harus pindah kepemilik uang yang nantinya tidak tahu akan diapakan nasib ular tersebut.

Sungguh malang..

“Save the Animal and Give Your Hand For Them”

+ Indra Kusuma>>

Dufan






Investasi di Kepingan Original

Video rental masih jadi tujuan
penikmat film. Usaha franchise usaha rental ini pun ditawarkan.




Maraknya DVD dan VCD bajakan yang semakin sulit dibasmi tidak mengurangi para pencinta produk film original untuk dapat mendapat hiburan berkualitas. Dengan menyodorkan VCD dan DVD yang berkualitas dari segi gambar dan suara jernih, bisnis rental VCD dan DVD tak takut menghadapi gempuran VCD dan DVD bajakan. Malah beberapa di antara mereka menawarkan hak franchise. Salah satunya adalah Video Ezy.

Video Ezy adalah waralaba terbesar di bidang video rental-outlet ritel dengan lebih dari 1.000 outlet di beberapa negara. Sekali pun dengan persaingan pasar yang sangat tinggi Video Ezy terbukti bertahan di tengah ketatnya persaingan. Video Ezy yang didirikan di Australia pada tahun 1983 lalu dengan cepat memantapkan dirinya sebagai salah satu jaringan ritel paling inovatif di wilayah Asia Pasifik. Penyajian dan penataanya yang unik dan dipadu dengan strategi marketing yang hebat saat ini terlihat jelas sebagai video rental / franchise ritel nomor satu.

Bagus Yudiono Boesono pimpinan Video Ezy Indonesia mengatakan pada akhir tahun 2000, Video Ezy memiliki hampir 600 gerai di seluruh Australia dan Selandia Baru. Jumlah gerai sebesar itu menjadikannya perusahaan video rental terbesar di wilayah tersebut.

PT Video Ezy International (VEI) perusahaan yang mengantongi lisensi dari Video Ezy (Australia ) terus berekspansi dalam menambah gerainya. Hingga kini, mereka telah memiliki 132 gerai yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia dan berencana memiliki 300 gerai di tahun 2007 ini .

Video Ezy ingin memasarkan bisnis home entertainment ke seluruh dunia yang disesuaikan dengan keadaan pasar lokal. Dengan franchise berarti menyediakan kesempatan kepada masyarakat yang berpikiran ke depan untuk memiliki dan menjalankan bisnis yang menghasilkan. Video rental merupakan satu diantara bisnis yang paling menarik di Indonesia. Dengan adanya outlet Video Ezy maka bisa memperkenalkan kepada masyarakat Indonesia tentang perbedaan kualitas video-video yang sah dengan bajakan. Format original adalah untuk kenyamanan mata saat menyaksikan film dan juga membuat player awet.

Waralaba video ezy sangat berbeda dengan waralaba biasanya. Seseorang yang tertarik dengan peluang bisnis waralaba biasanya wajib membeli lisensi atau izin penggunaan nama yang disebut <> atau <>. Selain berhak menggunakan nama dagang, sebagai imbalan, pembeli mendapat pengetahuan sistem bisnis serta pelatihan karyawan yang sama dengan pihak yang mengeluarkan lisensi.

Peminat waralaba Video Ezy hanya perlu menyediakan tempat (toko) yang nantinya akan menjadi gerai sebagai modal, sedangkan sisanya disiapkan oleh Video Ezy International sebagai franchisor. Tidak ada beban franchise fee yang dibebankan kepada para pemilik modal namun hanya sistem bagi hasil.

Dalam bagi hasil, Video Ezy tidak memungut royalty dari transaksi yang terjadi disetiap gerai, tetapi menggunakan pola bagi hasil yang komposisinya ditentukan saat negosisasi. Modal yang dibutuhkan untuk membuka gerai Video Ezy sebesar 100-150 juta untuk sewa tempat dan renovasi untuk satu tahun.

Untuk kelengkapan isi film yang akan menghiasi sudut rak, pemilik waralaba tidak usah bingung memikirkan berapa keping VCD dan Judul apa yang harus dipajang, tapi manajemen Video Ezy yang akan mengaturnya. Film yang ditawarkan sangat beraneka ragam mulai dari Barat hingga Asia dan Indonesia dengan kualitas original “Jadi kita akan ukur luas tokonya untuk menentukan berapa keping dan judul VCD yang akan disewakan nanti,” jelas Bagus.

Bagus mengatakan berinvestasi di bidang video rental masih memiliki potensi pasar yang sangat besar dikarenakan kebutuhan masyarakat akan hiburan yang semakin hari semakin meningkat। Dan menonton film di rumah merupakan hal yang paling efektif untuk mendapatkan hiburan dengan biaya yang murah. Harapan ke depannya Video Ezy Indonesia bertekad untuk mencapai tujuan dengan cara merangkul pemilik outlet yang memiliki kualitas tinggi dalam pelayanan .
Reportase : Indra Kusuma

Pijat Refleksi, diyakini Memberikan Manfaat yang Baik Bagi Tubuh.



Pijat Refleksi, diyakini Memberikan Manfaat yang Baik Bagi Tubuh.

Beragam cara untuk tampil sehat dan bugar bagi setiap orang bukanlah sesuatu hal yang baru, terlebih jika cara tersebut dilakukan oleh kaum hawa. Kaum adam contohnya, kini mulai tertarik untuk menjaga dan memperhatikan kondisi badan mereka. Agar tampil sehat dan bugar dengan cara melakukan pijat refleksi.

Kawasan Kebayoran Baru merupakan kawasan yang memiliki beragam rumah perawatan kecantikan (house of beauty) seperti halnya Seven7 Salon yang terletak di Jl. Taman Pakubuwono 6 No.11. Seven7 salon yang menghadirkan perawatan pijat refleksi ternyata cukup diminati oleh kaum adam yang dinilai dapat menyembuhkan penyakit dan mengembalikan kondisi badan yang prima.

Pijat refleksi dikenal sejak ratusan tahun lalu di Cina dan Mesir yang kemudian di Indonesia diperkenalkan oleh Hedi Masafret lewat bukunya Good Health for The Future. Theresia Tjakra selaku owner Seven7 salon mengatakan pijat refleksi merupakan suatu terapi pelengkap atau alternative berupa pemijatan di titik-titik refleks pada telapak kaki atau tangan. banyak manfaat yang dihasilkan dari pijat refleksi seperti halnya menghilangkan stress, nyeri dan ketegangan otot. Selain itu dapat pula memberikan kekuatan dan kelenturan pikiran, tubuh dan menstabilkan tingkat emosi sesorang. Bahkan raya percaya diri dan konsentarsi pikiran dan ingatan dapat ditingkatkan dengan melakukan pijat refleksi.

Ada tiga pilihan pijat refleksi di seven7 salon yang pertama adalah reflexiology foot and arms, kedua reflexiologi foot arms, back massage and head dan yang ketiga reflexiologi foot arms body massage and head.Reflexiology foot and arms merupakan pemijatan yang dilakukan pada daerah kaki dan tangan. Daerah kaki merupakan daerah titik-titik refleks yang berhubungan dengan saluran organ tubuh manusia mulai dari kantung kencing, usus, lambung, hati, ginjal, limpa, pankreas sampai jantung yang tak kurang dari 70 titik di kaki.

Dengan menjalani pemijatan rutin, organ tubuh akan selalu dibuat siaga dengan daya tahan tubuh yang prima. Pijat refleksi juga membantu para dokter untuk mengetahui organ tubuh yang mengalami gangguan.

Melihat manfaat pijat refleksi yang cukup banyak bagi tubuh, tak heran jika bagi sebagian kaum adam ingin memiliki kondisi badan yang prima dengan cara melakukan pijat refleksi. Pijat yang memakan waktu 30 sampai satu jam setengah ini, dilakukan oleh para staf yang ahli khusus pijat refleksi seven7 salon dengan ruangan yang memberikan kenyamanan dan ketenangan, sehingga merasa relaks, ujar Theresia.

Tak hanya menawarkan treatment pijat refleksi bagi pria dan wanita. Seven7 Salon juga menawarkan treatment gabungan dari pemijatan (massage), scrubing dan pemakaian lulur yang semuanya dikemas dengan aroma wewangian. Ada beberapa pilihan lulur seperti body scrub with chocolate, greentea dan coffee. Tradisional Lulur dengan tiga pilihan seperti lulur putih, lulur kuning dan lulur bangkoang. Treatment ini memberikan manfaat yang baik bagi kulit seperti pengangkatan sel kulit mati, merangsang sirkulasi darah dan memberikan kulit halus yang bersinar.

Tak ubahnya sebuah salon, Seven7 Salon yang berdiri 12 Mei lalu ini, memberikan pilhan perawatan rambut bagi wanita dan pria. Perawatan rambut mulai dari cuci blow styling, hair spa L’oreal hingga make up set memiliki kualitas yang tak jauh berbeda dengan salon-salon kenamaan, tak terkecuali spa pedicure and manicure. Harga yang relative murah dengan fasilitas pelayanan terbaik akan anda rasakan bila mencoba berbagai treatment Seven7 Salon. (Indra Kusuma)