Read More.. Indra Long: 09 Agu 08

09 Agustus 2008

Helarfest Bandung 2008




Wah...Kumaha euy Barudak Bandung kreatif pisan. Top Abis
sedikit tentang asal usul Helarfest.
Helar
Festival
2008
adalah
sebuah
rangkaian
kegiatan
perayaan
yang
ditujukan
untuk

menampilkan
 berbagai
 potensi
 ekonomi
 kreatif
 yang
 berkembang
 dalam
 lingkup

kota
Bandung.
Kegiatan
ini
merupakan
salah
satu
program
yang
dikembangkan
oleh

Bandung
 Creative
 City
 Forum,
 sebagai
 bagian
 dari
 strategi
 jangka
 panjang

pengembangaan
 platform
 ekonomi
 kreatif
 yang
 berkelanjutan
 di
 kota
 Bandung.

Upaya
untuk
mengembangkan
platform
ekonomi
kreatif
di
kota
Bandung
selama
 ini

dirintis
 secara
mandiri
oleh
berbagai
 komunitas
masyarakat
 yang
 tergabung
dalam

Bandung
Creative
City
Forum.
Selain
Helar
Festival
2008,
forum
ini
juga
menginisiasi

pengembangan
 strategi
 branding
 dan
 membangun
 jaringan
 kerja
 sebagai
 upaya

untuk
 mengukuhkan
 kota
 Bandung
 sebagai
 kota
 kreatif
 yang
 siap
 berkompetisi

secara
global.


Penamaan
kata
“Helar”
diambil
dari
ungkapan
bahasa
Sunda
yang
dimaknai
sebagai

sebuah
 kegiatan
menampilkan
berbagai
potensi
diri
untuk
mendapatkan
perhatian

dari
 sekeliling.
 Diharapkan
 melalui
 kegiatan
 ini
 berbagai
 potensi
 kreatifitas
 yang

dimiliki
oleh
masyarakat
kota
Bandung
dapat
diapresiasi
dan
dikenali
keberadaannya

oleh
 masyarakat
 luas,
 baik
 di
 tingkat
 lokal
 maupun
 internasional.
 Puncak
 dari

kegiatan
 Helar
 Festival
 2008
 akan
 diselenggarakan
 pada
 hari
 Sabtu,
 tanggal
 16

Agustus
2008.
Dalam
kegiatan
ini,
akan
dilaksanakan
pawai
kendaraan
hias
non‐bbm

(delman,
becak,
sepeda,
kuda,
dll.)
yang
akan
melibatkan
masyarakat
umum.
Selain

konvoi
 kendaraan
 hias
 non‐bbm,
 kegiatan
 ini
 juga
 akan
mengarak
 hasil
 bumi
 yang

dikumpulkan
 dari
 berbagai
 komunitas
 masyarakat
 di
 kota
 Bandung
 dengan

menggunakan
 wadah
 Jampana.
 Selanjutnya
 kegiatan
 arak‐arakan
 akan
 ditutup

dengan
 prosesi
 “Seba”
 dengan
 menyerahkan
 Jampana
 kepada
 mereka
 yang

membutuhkan
melalui
pemimpin
ataupun
tokoh
masyarakat
di
Monumen
Bandung

Lautan
Api
(Lapangan
Tegalega).


Sebagai
 kegiatan
 yang
 pertama
 kali
 diselenggarakan,
 Helar
 Festival
 2008
 akan

menampilkan
 beragam
 kegiatan,
mulai
 dari
 festival
 budaya
 tradisional
masyarakat

Sunda,
 festival
 industri
 clothing
 independent,
 konser
 musik,
 pemutaran
 film,

pameran
arsitektur
dan
 seni
visual,
proyek
 seni
 ruang
publik
hingga
 seminar
urban

planning
dan
budaya
kreatif
yang
akan
digelar
 selama
bulan
 Juli
 s/d
Agustus
2008.

Secara
 keseluruhan
 festival
 ini
 akan
 menggelar
 sekitar
 30
 acara
 yang
 akan

diselenggarakan
secara
simultan.
Adapun
beberapa
kegiatan
yang
akan
dilaksanakan

diantaranya
 adalah
 Indie
Movie
Workshop,
 Band
 of
 Bikers,
Nu‐Substance
 Creative

Media
2008,
KickFest
2008,
Bandung
Deathfest
2008,
Sunda
Festival,
Artepolis
2008,

Jendela
 Ide
 Sabuga
 Children
 &
 Youth
 Art
 Space,
 Forestra
 –
 Save
 the
 Forest,
 Re‐
inventing
Bandung,
Helar
Kria
Jawa
Barat
dsb.


Helar, diambil dari bahasa sunda, yang kurang lebih artinya menampilkan diri untuk mendapat perhatian dari sekeliling. Helarfest ini ditargetkan sebagai apresiasi seluruh potensi kreatifitas yang dimiliki kota Bandung terutama oleh masyarakat lokal maupun International. Kegiatan yang diselenggarakan di Helarfest antara lain festival budaya tradisional Sunda, festival industri clothing independent (Kickfest), konser musik, pemutaran film, pameran arsitektur dan seni visual, proyek seni ruang publik hingga seminar urban planning dan budaya kreatif (Artepolis).
Acara ini akan diselenggarakan selama 2 bulan, Juli sampai dengan Agustus. Dan dikembangkan oleh Bandung Creative City Forum, sebuah organisasi lintas komunitas yang diresmikan pada 7 Januari lalu. Komunitas ini membuka kerjasama dengan beragam institusi dari Pemerintah Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, dan British Council. Mereka juga bekerjasama secara strategis dengan komunitas sejenis di 12 kota di Asia dan Eropa. Antara lain Taipei, Kuala Lumpur, Yokohama, Bangkok, Cebu, Hanoi, Hongkong, Auckland, Glasgow, dan London.

Helaran acara-acara yang tergabung dalam Helarfest pun kemudian akan diarak dari Braga menuju Lapangan Saparua, tempat perayaan ulang tahun ke-20 Bikers Brotherhood. Rute yang dilalui, Braga-Viaduct-Wastukencana-Aceh-Saparua,

"Perayaan publik di ruang mana pun di seluruh dunia pasti memiliki nilai. Mudah-mudahan ini dipahami masyarakat dan ikut berpartisipasi," ujar Gustaff dari Bandung Creative City Forum (BCCF) yang juga panitia Helarfest, saat diskusi di Forum Diskusi Wartawan Bandung (FDWB) di Jalan Singaperbangsa, Jumat (18/7/2008).
Meski jumlah kegiatan cukup banyak, namun Gustaff menjelaskan bahwa eskalasi event sangat beragam. Ada acara yang mengundang massa dalam jumlah besar sampai ratusan ribu orang, tetapi ada juga yang menjadi konsumsi komunitas.

"Kita sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait acara ini. Agar tidak berbenturan dengan pilwalkot, kita sudah diskusi dengan KPU. Demikian juga dengan instansi-instansi pemerintah dan Polwiltabes Bandung," tambahnya.

Puncak Acara Helar Festival 2008 akan diadakan pada tanggal 16 Agustus 2008 dengan menggelar ritual “Rajah Pasaduan” untuk menghargai jasa para pahlawan dalam merebut kemerdekaan dalam bentuk pawai kendaraan non-bbm dan arak-arakan jampana. Prosesi puncak acara Helar Fest 2008 ini akan dilengkapi dengan prosesi seba dengan mengumpulkan jampana yang berisi hasil bumi yang dikumpulkan oleh masyarakat, untuk kemudian dibagikan kepada mereka yang membutuhkan.

Dalam acara ini, terdapat juga berbagai gelar seni yang turut menyemarakkan festival seni budaya Sunda, yaitu gelar seni Kendang Penca, Debus, band akustik, Bajidor, lomba Sisindiran, Tataruncingan, dan pertunjukan busana Sunda (kategori busana Sunda bebas, busana Kabaya, dan busana kontemporer).

Pers
Rilis
Bikers
Membuka
Helar
Festival
euy...


Helar
Festival
2008
adalah
sebuah
rangkaian
kegiatan
perayaan
yang
ditujukan
untuk

menampilkan
 berbagai
 potensi
 ekonomi
 kreatif
 yang
 berkembang
 dalam
 lingkup

kota
Bandung.
Kegiatan
ini
merupakan
salah
satu
program
yang
dikembangkan
oleh

Bandung
Creative
City
Forum,
yang
merupakan
bagian
dari
 strategi
 jangka
panjang

pengembangunan
ekonomi
kreatif
yang
berkelanjutan
di
kota
Bandung.


Penamaan
festival
ini
diambil
dari
kata
“Helar”,
sebuah
ungkapan
bahasa
Sunda
yang

artinya
kurang
 lebih
menampilkan
diri
untuk
mendapatkan
perhatian
dari
sekeliling.

Melalui
 kegiatan
 ini
 berbagai
 potensi
 kreatifitas
 yang
 dimiliki
 oleh
 kota
 Bandung

diharapkan
dapat
diapresiasi
dan
dikenali
keberadaannya
oleh
masyarakat
luas,
baik

di
tingkat
lokal
maupun
internasional.


Sebagai
sebuah
festival,
Helar
terdiri
dari
berbagai
acara
yang
diinisiasi
oleh
berbagai

komunitas
 lokal
yang
ada
di
Kota
Bandung.
Sebuah
 festival
menunjukkan
keunikan

komunitas
yang
ada,
dan
di
Kota
Bandung
terdapat
komunitas
lokal
yang
telah
eksis

lebih
dari
15
tahun.
Sebut
saja
seperti
desainer,
kartunis,
film
maker,
musisi,
arsitek,

penggemar
otomotif
dan
lain‐lain.


Pembukaan
Helar
Festival
ini
akan
terjadi
pada
19
Juli
2008
mendatang.
Pada
tanggal

itu,
Helar
akan
secara
resmi
dibuka
bersamaan
dengan
penyelenggaraan
ulang
tahun

Bikers
 Brotherhood
 yang
 ke‐20.
 Akan
 ada
 sekitar
 30
 acara
 yang
 akan
 digelar

sepanjang
 19
 Juli
 s/d
 31
 Agustus
 2008.
 Acara
 ini
 akan
 berlangsung
 di
Gelanggang

Olah
Raga
(GOR)
Saparua.


Sebelum
berlangsung
di
Saparua,
akan
terjadi
pawai
kendaraan
motor
antik
dari
Jln.

Braga.
 Dari
 situ
 pawai
 akan
 beriring‐iringan
menyusuri
 ruang
 jalan
 utama
 di
 Kota

Bandung
dan
berakhir
di
Saparua.


Bikers
Brotherhood
Motorcycle
Club
akan
mendatangkan
para
bikers
dari
Bandung,

Bali,
 Lombok,
 Sragen,
dan
 Jawa
Timur.
Bukan
hanya
Bikers
 lokal,
panitia
pun
 telah

mengonfirmasi
 kedatangan
 para
 Bikers
 dari
 Belanda,
 Amerika,
 Inggris,
 Malaysia,

Thailand
dan
 Singapura.
Pertemuan
 ini
 akan
dilengkapi
pula
oleh
pasar
 rakyat
dan

kesenian
tradisional.

Bandung sebagai sebagai kota dan industri kreatif? Siapa takut!


Low Rider

emhhh....bila akhir pekan tiba atau ada pagelaran acara yang berbau anak muda. Banyak hilir mudik kendaraan super hemat beroda dua.  Apalagi kalau bukan sepeda. Adalah Low Rider, sepeda yang memiliki disain yang unik dan tak lazim ditemukan pada sepeda biasa.  Sepeda Low Rider pertama kali di perkenalkan pada tahun 1960an, sepeda ini pertama kali di perkenalkan oleh The “custom” king George Barris, sebelum menemukan sepeda low rider si Tuan King ini pekerjaanya adalah menceperkan mobil, Memang saat itu virus Mobil Low Rider sedang mewabah di kalangan anak muda Amerika, Tetapi trend itu hanya bisa dirasakan oleh anak2 muda dari keluarga kaya saja karena untuk membuat sebuah mobil low rider membutuhkan uang yang tidak sedikit, sementara anak2 dari kalangan bawah hanya bisa melongo.

Melihat situasi seperti itu si King mendapatkan ide dengan mencoba membangun sebuah sepeda yang mengacu pada kesan low rider, untuk eksperimen pertama kali si King menerapkan pada sepedanya. Mulailah si King ini memperkenalkan kreasinya dari situ bisa di tebak banyak anak2 dari keluarga yang kurang mampu beralih berkreasi membuat sepeda low rider.

Melihat peluang trend sepeda LR yang mulai di gandrungi akhirnya pada tahun 1963 pabrik sepeda SCHWIIN untuk pertama kalinya mengeluarkan model revolusi baru “New Cruiser STING RAY, model ini dibuat mengacu pada model motor model dragster yang sedang ngetop pd saat itu.Karena model tersebut nyaman di kendarai begitu juga dengan desainnya yg unik maka model tersebut menjadi booming dan digemari oleh anak2 muda.

Di Jakarta dan Bandung perkembangan Low Rider kian pesat seiring dengan ide-ide kreatif anak muda yang menciptakan disain rangka sepeda berbeda dengan yang lainnya. Desain sepeda ini awalnya diilhami oleh model wheelie bikes yang telah muncul sebelumnya. Ciri-ciri yang nampak menonjol dari sepeda low rider ini adalah setangnya yang tinggi dan lebar (apehanger handlebar) atau garpu depannya yang panjang kedepan sampai hampir menyentuh tanah dengan sadel model pisang (banana seat) dengan sandarannya (sissy bar). Framenya biasanya menggunakan model pelangi (rainbow bent frame). Namun kadangkala ada yang ekstrim dengan setang yang tinggi dan fork yang panjang dengan menggunakan per (bent springer fork)....kadangkala menyerupai motor tua.

Ada beberapa aliran yang menggolongkan low rider ini kedalam beberapa jenis yaitu clasic alias original, vegas alias dan oriental dengan cirinya memakai ban serep di bagian belakang seperti vespa. Aliran lain membagi sepeda low rider ini menjadi low rider bicycle, chooper atau stretch dan mountain cruiser.

kalau mau nongkrong atau sekadar liat2 low rider dateng aja ke sebuah kafe di Gandaria, di Fatmawati-Blok A, Teras A Gogo, Senopati, bilangan Monas dan Glora Bungkarno. Semua golongan bisa masuk ke komunitas Lowrider..sebagian kecil..mereka memiliki moge. Tak heran bila sebuah rumah  modifikasi moge sering dijadikan tukar pikiran (kongkow) Tapi jangan kuatir..bagi yang ingin mendisain sendiri gampang caranya. tinggal disain rangka yang diinginkan lalu beli pipa besi dengan diameter yang diperlukan dan tentunya dikerjakan oleh tukang las..tinggal potong-sambung deh harganya gak sampe 350 ribu.

LoNg