Indra Long: Bali View

24 Agustus 2009

Bali View

....
.......
..........hembusan angin mulai menembus fentilasi kamar kosan dan sela-sela pintu...dingin bercampur ngantuk mulai membuat ku terbangun dari mimpi indah yang semu. pukul 6 pagi alarm hape mulai berkicau, menggantikan suara kicauan burung pipit yang tiga bulan lalu masih ku dengar di rumah ibuku.
jiwa yang masih tertinggal di alam bawah sadar kini mulai terbiasa dengan rutinitas yang baru.
sambil menyalakan sebatang rokok bermerek Djarum Super, kicauan para penyanyi jalanan yang tengah naik belantika dapur rekamanan menyambutku melalui suara musik yang tak jelas dan tak bermakna...sambil bergumam dalam hati, kenapa band seperti ini bisa laku dipasaran yah...(sebut saja Almarhum) yang belum lama ini meninggal. tapi kalau dilihat sejarah perjuangannya dulu dia patut mendapat apresiasi yang tinggi....

emhh....habis sudah sebatang rokok kuhisap, kicauannya pun berganti dengan buka mata redup milik Imanez..Nyalakan kran air kamar mandi yang perlahan mulai meluap dari wadahnya..Bermandikan dinginnya air dipagi ini, aku siap memulai rutinitasku hari ini. Kopi yang kubuat sebelum mandi, sedikit tapi pasti memberikan inspirasi pagi ini.

jaket berbahan jeans dengan celana levis dan sarung tangan hitam berbahan woll siap menemaniku hari ini. memandangi dan memperhatikan seolah tak ada yang bermasalah..kulihat dan kuraba dengan lembut kawan seperjuanganku yang dengan setia mengantarku dan menemaniku ketempat yang penuh dengan tantangan. ya...dia adalah sepeda motor ku yang sangat aku sayangi...ku bangunkan dia dari istirahatnya.

pukul 8 pagi aku pun tiba dikantor yang selama ini aku menganggapnya sebagai kampus ke duaku setelah yang diJakarta. sambil menunggu teman-teman kantor yang belum tiba, aku membaca dan menelaah isi setiap berita yang dimuat dalam beberapa surat kabar di Bali...satu persatu semuanya datang, dan berkumpul di ruang rapat...sapa-menyapa pagi itu tak terasa, hanya senyuman pahit yang terlihat. setelah 30 menit didalam ruang tersebut...satu persatu mengajukan ide liputan yang sesuai dengan penugasann dan tanggung jawab rubriknya masing-masing....giliranku
menuangkan ide, aku akan menuju satu daerah yang memiliki sekolah alam internasional di daerah Mengwi, Kabupaten Badung....serta beberapa agenda acara jumpa pers.

MP4 merek korea, setia memutarkan lagu-lagu berkarakter selama ini....sebelum berangkat, aku seperti biasa mendoakan motor tua ku ini agar tidak sakit dan menyusahkanku...dengan kacamata hitam berlambang O terlihat agak sempurna penampilanku ini....seperti film Benjamin Button yang diperankan aktor kawakan Bretpit yang mengendarai Triump. Tanpa tahu lokasi dan belum pernah kesana...aku pun berangkat menyusuri jalan....hamparan sawah dan pepohonan rindang silih beganti memberikan fourground perjalanan dengan beberapa penduduk asli yang terlihat sibuk melakukan ritual keagamannya.

tak kusadari ternyata daerah tujuanku sangat jauh, aku sedikit khawatir akan kesehatan motorku yang sudah sesak nafas ini...tanjakan, turunan, pura dan perempatan....sudah tak terhitung....hingga akhirnya aku bermuara disuatu tempat yang penuh dengan hijaunya pepohonan.

Sempurna, kalimat pertama yang terucap saat tiba di lokasi Green School. walau jauh dan lelah tak sia-sia perjalananku. pemandangan alamnya sungguh luar biasa, hampir tak ada yang membandingkannya...dengan landscape yang berbukit-bukit membuat tempat ini sungguh nyaman untuk berbagi dengan alam, serta menyadari pentingnya alam. Sama pentingnya, material bangunan dan konsep yang tertuang dalam bangunan danperalatan nya pun menggunakan bambu yang hampir 100 persen diaplikasikan di sini...Puas rasanya berada disini

usai mengambil gambil dan berbincang-bincang...sudah waktunya aku berpindah lokasi menuju Pantai Kuta...tak jelas apa yang akan aku liput itu..hanya berbaukan industrilisasi yang membelenggu pers. apalagi kalau bukan kepentingan para iklaners...malas rasanya mengikuti keinginan mereka..
takberlama-lama usai sudah tugasku hari ini...sambil memberikan istirahat motor ku menikmati bule-bule silih berganti....aku pun terlena melepas lelah perjalanan...

Ditemani sebotol bir lokal bermerek bintang dan rokok "petualang adventure"...tiba-tba seorang wisatawan berlingery duduk bersebelahan hanya berjarak dua meter dari tempatku...sambil memperhatikan para bule-bule yang asik bermain ombak, tiba-tiba wisatawan berpakaian pantai tersebut meghampiriku dan bertanya...bisakah saya pinjam korek apai "dengan bahasa inggris" sambil menujuk-nujuk korek api ku...
tentu saja boleh...silahkan...usai meminjam korek api, dia tak beranjak, malah duduk disebelahku, seraya ingin bertukar pikiran...aku mencoba bertanya mengenai keberadaannya di Bali...mulai dari asal usul hingga tempat ia menginap. Namanya Cougnie...wanita berumur 26 tahun asal Finlandia..yang menghabiskan liburan dengan keluarganya...satu orang ayah dan satu orang ibu...hanya itu.

1.5 jam kuhabiskan waktu berbincang dengan nya...sampai aku lupa harus kembali kekantor...tanpa mengurangi rasa hormat, ku titipkan nomer hape ku... senang berjumpa dengan anda....
tampaknya bukan hanya aku saja yang menikmati pantai...dari kejauhan aku melihat sepasang traveller asing tengah asik medokumentasikan keberadaanya di pantai kuta...(ah sudah biasa) tapi yang luar biasa, mereka berpose diatas motor tua ku...yang kuparkir di jalan...(hahahahahaaaaa...keren juga luh ditunggangi sama bule)...

setibanya dikantor dan 3 jam berhadaapan dengan komputer...hape ku berdering....dengan nomor yang tak ku kenal....ternyata dia adalah Cougnie yang menelpon...("intinya adalah ketemuan di depan K Bulat Kuta")...aku pun berangkat dan tiba disana...menghabiskan waktu sambil berbincang-bincang, walau aku agak kurang bisa berbahasa inggris dengannya...sambil terbata-bata merangkai kalimat...

Tuhan terimakasih atas pemberianmu hari ini....dengan semua keindahan alam dan ciptaanmu...
........
..............
...................
seperti hari kemarin, alarmku berbunyi......dan membangunkanku...
Aku terbangun di tempat yang "salah".
-Good Morning-

Tidak ada komentar: